Selasa, 09 Desember 2014
Semanis cinta, selembut do'a.
Banyak yang mengharap, mendapati hari yang penuh dengan warna. seindah warna warni ceria yang berkolaborasi dalam selandang pelangi dilangit senja. Hanya senyum yang diharap, hanya bahagia yang didamba. hanya itu saja, tak ada yang terbingkai bersamanya selain itu.
tapi bukan ini, karna yang kebanyakan itu adalah salah.
karna yang kebanyakan ini adalah hanya hasrat.
bagaimana bisa terucap kata seperti yang terurai dalam gurit gurit diawal tadi?
coba menimba pikir lebih mendalam, agar kendi-kendi emas itu terisi penuh tirta tak berwarna.
mana mungkin bisa yang kebanyakan itu benar, jika yang mereka pinta hanya warna ceria.
bagaimana mungkin yang kebanyakan itu bisa merasai hidup jika yang diharap hanya tawa bahagia tanpa jeda.
padahal seharusnya tak seperti itu, karna dalam setiap cipta rasa memiliki pasangan jiwa, seperti kebiruan duka di sela lela merahnya tawa. seperti melayunya asa disudut sudut gelora semangat, harus selalu seperti itu.
karna memang ALLAH jala jallaluh menciptakan berpasangan. dan ke ESA an itu hanya ada untukNYA, bukan untuk hamba hambanya.
maka semanis cinta itu adalah perjuangan, yang didalamnya ada semangat, ada gelora, ada takut ada prasangka, ada menang ada kalah, ada tawa ada duka, ada bahagia mengeja rasa, ada tertegun menyesaki luka. semanis cinta adalah kepasrahan yang tak terujung dalam bingkai harap selembut do'a.
Selembut do'a adalah harap lirih pelan mengiba, menunduk takut mengadu pilu, mendekat tersujud berlinang eluh, untuk satu sajak sepaska salam,
"rabbi, kuatkan kami atas segala yang terjadi, baikkan keadaan kami, seperti baiknya harap kami kepadamu, aqu ikhlas sepenuh hati, Engkau sebagai rabbku, aku sepenuh jiwa menerima Islam menjadi Agama bagiku, dan aku adalah pengikut Muhammad utusanMU, sepenuh jiwa, sepenuh rasa"
tapi bukan ini, karna yang kebanyakan itu adalah salah.
karna yang kebanyakan ini adalah hanya hasrat.
bagaimana bisa terucap kata seperti yang terurai dalam gurit gurit diawal tadi?
coba menimba pikir lebih mendalam, agar kendi-kendi emas itu terisi penuh tirta tak berwarna.
mana mungkin bisa yang kebanyakan itu benar, jika yang mereka pinta hanya warna ceria.
bagaimana mungkin yang kebanyakan itu bisa merasai hidup jika yang diharap hanya tawa bahagia tanpa jeda.
padahal seharusnya tak seperti itu, karna dalam setiap cipta rasa memiliki pasangan jiwa, seperti kebiruan duka di sela lela merahnya tawa. seperti melayunya asa disudut sudut gelora semangat, harus selalu seperti itu.
karna memang ALLAH jala jallaluh menciptakan berpasangan. dan ke ESA an itu hanya ada untukNYA, bukan untuk hamba hambanya.
maka semanis cinta itu adalah perjuangan, yang didalamnya ada semangat, ada gelora, ada takut ada prasangka, ada menang ada kalah, ada tawa ada duka, ada bahagia mengeja rasa, ada tertegun menyesaki luka. semanis cinta adalah kepasrahan yang tak terujung dalam bingkai harap selembut do'a.
Selembut do'a adalah harap lirih pelan mengiba, menunduk takut mengadu pilu, mendekat tersujud berlinang eluh, untuk satu sajak sepaska salam,
"rabbi, kuatkan kami atas segala yang terjadi, baikkan keadaan kami, seperti baiknya harap kami kepadamu, aqu ikhlas sepenuh hati, Engkau sebagai rabbku, aku sepenuh jiwa menerima Islam menjadi Agama bagiku, dan aku adalah pengikut Muhammad utusanMU, sepenuh jiwa, sepenuh rasa"
Langganan:
Postingan (Atom)











